Sabtu, 02 April 2011

Air Radioaktif Mengalir ke Samudera Pasifik

Bagikan ke Teman:
Air radioaktif level tinggi dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushina Dai-Ichi bocor dan mengalir ke Samudera Pasifik. Air mengalir ke  cekungan sedalam dua meter menuju laut. Belakangan diketahui, air mengalir melalui lubang di tembok beton berdiameter 20 sentimeter. Demikian diungkapkan pejabat Tokyo Electric Power Company, pengelola PLTN Fukushima.


Level radiasi di lubang tersebut lebih dari 1.000 millisieverts per jam atau 330 kali lipat dari dosis yang diterima rata-rata penduduk di negara industri maju dalam setahun. Untuk menghentikannya, perusahaan akan menambal lubang itu dengan beton.

Penemuan ini didapat berdasarkan hasil investigasi selama beberapa hari belakangan, untuk mencari penjelasan lonjakan kontaminasi air laut di dekat PLTN.

Kamis lalu, pejabat pemerintah mengumumkan berdasarkan sampel yang diambil Rabu sore dalam radius 330 meter dari PLTN, kadar iodine-131 terukur 4.385 kali di atas standar. Sementara kadar cesium-237 diketahui 527 kali di atas normal. Para ahli mengatakan, isotop radioaktif yang terakhir bisa jadi masalah besar.

Sebab, cesium-237 membutuhkan waktu 30 tahun untuk melepaskan setengah dari radiasinya. Bandingkan dengan isotop iodine-131 yang hanya butuh delapan hari.

Air berkadar radioaktif level tinggi juga terdeteksi di beberapa turbin reaktor, terowongan-terowongan, dan air tanah. Bahkan area dekat reaktor nomor dua yang luruh menunjukkan, level radiasi 100.000 kali di atas ambang normal pendingin nuklir.

Mulai Sabtu ini sebuah proyek pemasangan kamera di parit, yang berfungsi untuk membantu menunjukkan potensi kebocoran, dimulai.

Penyemprotan juga terus dilanjutkan untuk mengunci bahan radioaktif di dalam dan sekitar kompleks nuklir--sehingga tidak merembes lebih jauh melalui air, udara dan darat.

Para kru telah menyebar sekitar 2.000 liter (lebih dari 500 galon) resin sintetis di area seluas 500 meter persegi. "Fungsinya seperti lem super yang menekan kontaminasi," kata Nolan Hertel, ahli teknik radiasi Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat, seperti dimuat CNN, 2 April 2011.

Sementara itu, pejabat badan keselamatan nuklir Jepang, Hidehiko Nishiyama  mengatakan,  pihaknya berencana  menyuntikkan hidrogen ke dalam reaktor nomor 1, 2, dan 3.

Sabtu ini, 2 April 2011, setelah mengunjungi Rikuzentakata di Prefektur Iwate, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan pergi ke Hironocho, sebuah desa di prefektur Fukushima yang telah jadi pusat operasi penanganan krisis nuklir. Di sana ia memberikan semangat pada para pekerja yang tengah berjuang menentukan nasib Jepang.

vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.