Sabtu, 09 April 2011

Thailand-Kamboja Belum Capai Titik Temu

Bagikan ke Teman:
Perundingan perbatasan Thailand dan Kamboja di Bogor, Jumat, 8 April 2010, belum menghasilkan kesepakatan final. Namun, perundingan kali ini adalah bentuk kemajuan yang berarti dalam hubungan kedua negara.


Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, perundingan antara kedua negara yang dilangsungkan di Istana Bogor berlangsung dengan baik. Namun, ujarnya, pembicaraan belum menemukan titik temu, karena itu bukanlah hal yang mudah.

Walaupun demikian, tambah dia, pertemuan kedua negara hari ini menjadi titik tolak bagi kemajuan yang berarti dalam pembicaraan perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari lima kali yang digelar di kedua negara.

"Kedua belah pihak saat ini sedang menuntaskan semacam hasil dari pertemuan kedua delegasi. Kami tidak bisa mengantisipasi apa yang akan dihasilkan," ujarnya.

Natalegawa mengatakan perundingan belum menghasilkan sebuah penyelesaian akhir. Indonesia sebagai fasilitator memberikan ruang bagi kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan secara bilateral dengan cara yang baik.

"Meskipun tidak semua permasalahan selesai sore ini, namun cara diplomasi telah bergulir. dengan dukungan Indonesia proses diplomasi ini akan berjalan dengan baik," ujar Natalegawa.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi dari kedua negara, termasuk di dalamnya Menlu Kamboja Hor Namhong. Menlu Thailand dijadwalkan akan tiba di Jakarta besok, Sabtu, 9 April.

Dengan kedatangan Menlu Thailand, perundingan akan berlangsung antar tiga menteri luar negeri, yaitu Thailand, Kamboja, dan Indonesia. Ketiganya akan membicarakan masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia di perbatasan kedua negara. Tim ini nantinya akan memastikan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja tetap berjalan baik.

"Kami merasa tidak mustahil untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi sekali lagi dari gambaran besarnya, dengan atau tanpa peninjau pun kenyataannya situasi di perbatasan relatif stabil, tidak ada kekerasan, berkat keterlibatan dari negara-negara Asean," kata Natalegawa.

vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.