Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Kamboja Mulai Perlawanan dengan Thailand di PBB

Bagikan ke Teman:
Kamboja memulai kasus perbatasan dengan Thailand di Pengadilan Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (ICJ). Kamboja memulai tuntutan dengan mendesak Thailand agar menarik pasukan dari wilayah sekitar Candi Preah Vihear yang menjadi sengketa.


"Kami akan meminta pengadilan untuk mengambil langkah terukur guna menjaga perdamaian dan mencegah terjadinya ekskalasi kekerasan di wilayah sengketa," ungkap Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong seperti dikutip AFP, Selasa (31/5/2011).

Lebih lanjut Hor Namhong bersikeras agar Thailand menarik pasukannya. "Thailand diharuskan untuk menarik pasukannya di wilayah candi (Preah Vihear)," tegas Hor Namhong di depan panel hakim yang berjumlah 16 orang di Den Haag, Belanda.

Pria yang juga menjabat Deputi Perdana Menteri Kamboja ini juga mendesak agar Thailand menghormati kedaulatan wilayah Kamboja.

Komplek candi yang dibangun pada abad-11 tersebut menjadi pusat konflik antara negara yang bertetangga ini. Pertama kalinya masalah ini dibawa ke ICJ pada tahun 1958 dan pada tahun 1962 candi berusia 800 tahun tersebut dinyatakan milik Kamboja.

Tetapi kedua negara saat ini saling memperebutkan wilayah sekitar candi yang memiliki luas 4,6 kilometer per segi. Sebelumnya kedua negara masih melakukan perundingan yang difasilitasi oleh Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN. 
Perundingan tersebut masih menemui kebuntuan, tetapi kontak senjata mulai mereda antara kedua pasukan.

okezone.com

Khadafi Ditinggalkan Para Jenderalnya

Bagikan ke Teman:
Delapan pejabat tinggi kemiliteran Libya, lima di antaranya berpangkat jenderal, membelot dari pemerintahan Khadafi dan kabur ke Italia. Bersama mereka, ikut membelot juga ratusan tentara Libya yang menolak menyerang warga Sipil.


Menurut Kementerian Luar Negeri Italia, dilansir dari laman Associated Press, Senin, 30 Mei 2011, dua kolonel, seorang mayor dan lima jenderal tiba di Italia tiga hari setelah meninggalkan Libya. Italia telah sejak lama membina hubungan baik dalam ekonomi maupun diplomasi dengan Libya.

Namun ketika pergolakan terjadi, Italia merupakan salah satu negara Barat pertama yang memutuskan hubungan dengan pemerintahan Khadafi dan menjalin kerja sama dengan Dewan Transisi Nasional Libya, yaitu kelompok pergerakan anti Khadafi.

Pembelotan para jenderal ini menambah daftar panjang tentara yang kabur karena menolak perintah Khadafi.
Salah satu jenderal pembelot, Melud Massoud Halasa, mengatakan bahwa kekuatan militer Khadafi saat ini hanya 20 persen yang efektif, pasca pecahnya revousi pertengahan Februari lalu. Jenderal di kemiliteran Libya, ujar Halasa, tidak lebih dari 10 persen yang masih setia pada Khadafi.

Jenderal lainnya, On Ali, dalam pernyataannya membenarkan adanya upaya genosida dan kekerasan terhadap wanita di berbagai kota di Libya oleh tentara Khadafi. Ali dalam pernyataannya tersebut juga menyerukan kepada tentara Libya untuk membelot dan meninggalkan pemimpin mereka.

"Demi para martir yang tewas mempertahankan kebebasan, beranikanlah diri kalian untuk mengabaikan rezim," ujarnya.

Jenderal Yahmet Saleh, mengatakan bahwa saat ini Khadafi hanya memiliki dua brigade yang masih tersisa. Brigade inilah yang bertugas untuk membunuh dan menahan para pemberontak.

Mantan Menteri Luar Negeri Libya yang membelot, Abdel Rahman Shalgam, mengatakan bahwa pembelotan delapan pejabat tinggi militer ke Italia diikuti juga oleh lebih dari 100 orang bawahannya.

Sementara itu di Libya, hujan peluru dan rudal masih terus terjadi. Selasa malam, dua ledakan terjadi di kota Abu Sita, sekitar 10 km dari Tripoli. Diduga ledakan dilakukan oleh militer Libya. Tidak disebutkan adanya korban tewas maupun terluka. Tentara NATO juga tidak melakukan serangan balasan.

vivanews.com

Jumat, 20 Mei 2011

Kiamat 21 Mei 2011? Ini Tanggapan Warga AS

Bagikan ke Teman:
Kiamat diramalkan akan terjadi 21 Mei 2011. Besok, bagi orang yang meyakininya akan diangkat ke surga, dan orang-orang yang ditinggalkan akan menjalani hidup bagai neraka selama lima bulan, hingga 21 Oktober 2011 nanti, di mana kehidupan benar-benar berakhir.


Adalah penginjil radio berusia 89 tahun, Harold Camping yang meramalkannya. Sementara, para pengikutnya dengan gencar menyebarkan pesan-pesan 'Hari Penghakiman 21 Mei' di papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan di seluruh kota di Amerika Serikat.  Bahkan sukarelawan berkeliling Afrika dan Amerika Latin untuk menyebarkan pesan senada.

Meski aneh, banyak juga yang percaya. Pasangan Gregory dan Michelle LeCorps misalnya. Bersama lima anaknya mereka menempuh perjalanan ke wilayah Timur Laut dengan karavan -- mencoba meyakinkan orang-orang bahwa kehidupan segera berakhir.

Mereka yakin kiamat akan segera datang didukung sejumlah bukti seperti rangkaian gempa maupun fenomena aneh, jatuhnya ribuan burung dari langit. Greg LeCorps bahkan rela meninggalkan pekerjaannya di sebuah fasilitas medis dan menyerahkan apartemennya.

Sementara, Dolores Jones, seorang desainer teknis dalam industri pakaian, berhenti dari pekerjaannya Jumat minggu lalu. Pada hari Sabtu, ia berencana untuk berada di rumahnya Beacon untuk berdoa bersama adiknya.

Mereka yang percaya merasa perlu berkorban demi 'menyelamatkan' yang lain. Di tengah guyuran hujan, Borce, 43 membagi-bagikan selebaran dan memberi peringatan pada siapapun yang lewat. "Masih ada sedikit waktu, jika 21 Mei tiba, kesempatan berakhir, Tuhan akan menutup pintunya. Lima bulan kemudian, Ia akan menghancurkan dunia dengan api," kata Borce.

Bagaimana reaksi orang-orang yang mendengar peringatan itu? "Orang-orang itu tertawa, menertawakan kami," kata Borce.

Sementara orang-orang yang percaya gelisah menanti, apakah mereka termasuk yang diselamatkan, sebuah perusahaan bernama Eternal Earth-Bound Pets melihat celah menguntungkan dari isu ini. Mereka menawarkan bantuan untuk mengurus binatang peliharaan orang-orang yang 'naik ke surga' di hari penghakiman.

"Anda telah mendedikasikan hidup Anda demi Yesus, Anda tahu akan selamat. Namun, saat hari pengangkatan datang, apa yang akan terjadi pada binatang peliharaan Anda yang ditinggalkan?," demikian kalimat yang tertera di situs perusahaan itu.

Eternal Earth-Bound Pets mengklaim telah mendapat 259 klien yang telah membayar uang US$135 untuk hewan pertama, dan US$20 untuk setiap hewan tambahan di satu alamat.

Uniknya, setiap penyelamat hewan telah disumpah sebagai atheis -- itu artinya mereka akan ditinggalkan di Bumi, tak bakal diangkat ke surga. Pendiri  Eternal Earth-Bound Pets, Bart Centre mengatakan, saat 'kiamat' datang, "para penyelamat binatang akan beraksi, menghampiri rumah-rumah klien yang telah menandatangani kontrak dan menjemput hewan mereka," kata dia.

Sementara, seperti dimuat LiveScience.com, sebuah grup di internet, TalkAndAct.com, justru berencana membuat pesta besok. "Orang-orang yang skeptis, aktivis, komedian, dan banyak lainnya tak percaya peringatan kiamat itu untuk satu detik sekalipun," kata penyelenggara. 

Bahkan para pemeluk Kristen pun tak meyakini prediksi Harold Camping. "Sejarah mencatat, ada banyak orang-orang cerdas, dengan perhitungan rumit masing-masing, telah membuat prediksi tentang kiamat," kata Pastor Joseph Fuiten. "Sayang sekali, mereka justru telah mengabaikan kata-kata Yesus: 'Kau tidak akan tahu hari dan jam kiamat terjadi'."

Bagaimana menurut Anda?

vivanews.com

Senin, 16 Mei 2011

Hasil Ujian Nasional Diumumkan Hari Ini

Bagikan ke Teman:
Hasil Ujian Nasional tingkat SMA sederajat akan diumumkan hari ini, Senin, 16 Mei 2011. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto, menjelaskan kelulusan siswa akan dilakukan melalui beberapa metode seperti website sekolah, telepon, pesan singkat (SMS), surat tertulis dan surat elektronik (e-mail).


“Sama seperti tahun sebelumnya metode pengumuman ujian diserahkan masing-masing sekolah,” ujar Taufik, di Jakarta, Minggu kemarin.

Taufik mengatakan melalui metode ini, pengumuman kelulusan akan lebih bernuansa edukatif dan yang terpenting menghindarkan aksi anarkis dan rasa senang berlebihan bagi siswa. "Termasuk untuk menghindarkan adanya aksi corat-coret baju, rambut atau badan, konvoi, tawuran atau kegiatan destruktif lain," ujarnya.

Pihak sekolah, dilanjutkan olehnya, bertanggung jawab atas kelancaran dan ketenangan proses pengumuman kelulusan ini.        

Peningkatan angka kelulusan ini menurut Taufik tidak terlepas dari sistem penilaian yang dilakukan. Untuk tahun ini angka kelulusan tidak semata hari diperoleh dari nilai UN, melainkan kolaborasi 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah dan nilai raport siswa.

Adapun dari laporan melalui Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika, untuk tahun ini angka kelulusan siswa SMA di ibukota mencapai 99,52 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding nilai rata-rata kelulusan nasional yang sebesar 99,22 persen.

Sedangkan, angka kelulusan siswa SMK yakni 99,813 persen. Dengan rincian dari jumlah peserta ujian sebanyak 63.057 siswa yang lulus adalah sebanyak 62.939 siswa. Tahun ini angka kelulusan SMK lebih tinggi dibanding SMA. "Ini membuktikan bahwa SMK bukan lagi anak tiri," ujarnya.        

Seperti diketahui, sebanyak 122.139 siswa SMA sederajat telah mengikuti UN yang digelar mulai  18-21 April lalu. Jumlah tersebut terdiri dari 53.937 siswa SMA, 63.382 siswa SMK, 4.679 siswa Madrasah Aliyah, serta 141 siswa SMA Luar Biasa.

vivanews.com

Kamis, 12 Mei 2011

Bagaimana Sejarah Pembelian Pesawat MA-60?

Bagikan ke Teman:
Peristiwa kecelakaan pesawat Merpati MA-60 buatan Xian Aircraft di laut dekat Bandara Kaimana, Sabtu 7 Mei 2011 ternyata merembet ke mana-mana. Pesawat buatan China itu dipertanyakan kelayakannya karena tidak memiliki sertifikat Federal Aviation Adminstration (FAA).


Apalagi mantan Wapres Jusuf Kalla menyatakan ia pernah menolak pembelian pesawat itu karena tidak memiliki track record. Hal ini menimbulkan pertanyaan, siapa yang menyetujui pembelian pesawat itu? Komisi XI DPR memanggil pemerintah (Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN) dan Merpati untuk membahas hal itu.

Bagaimana kronologi pembelian pesawat itu? Berikut penjelasan dari Sekjen Kementerian Keuangan Mulia Nasution:

- Pada 29 Agustus 2005, pemerintah China menawarkan concessional loan (pinjaman dengan bunga rendah atau di bawah pasar) kepada pemerintah Indonesia untuk pengadaan pesawat MA-60.

- Tawaran itu ditindaklanjuti dengan kerja sama antara pemerintah dan Merpati sebagai korporasi. Merpati melakukan MoU dengan Xian Aircraft Industry mengenai rencana pembelian 15 unit pesawat MA-60 pada 24 November 2005.

- Kementerian Perhubungan mengeluarkan Aircraft Type Certificate (ATC) untuk MA-60 pada 10 Mei 2006. ATC dari Pemerintah China sendiri dikeluarkan pada 22 Juni 2003. Secara teknis pesawat ini dinyatakan laik.

- Sebagai tindak lanjut dari rencana pengadaan pesawat, Merpati melakukan kontrak pengadaan pesawat pada 7 juni 2006.

- Rekomendasi komisaris Merpati dilakukan pada 27 September dan 12 Desember 2006 atas rencana pinjaman concessional loan untuk pengadaan pesawat ini, dan kemudian disusul atas rencana penerusan pinjamannya pada Desember dari pemerintah kepada Merpati.

- Pada Oktober 2006, Menteri Negara BUMN memberikan persetujuan atas concessional loan dan agreement yaitu pada pertengahan 2007.

- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan persetujuan proyek tersebut pada 2006, dan pada Oktober 2007 dilakukan pertemuan kedua antara pemerintah dan pemerintah (government to government /g to g) dalam hal ini diwakili Bappenas dan Pemerintah China.

- Untuk menindaklanjuti pinjaman melalui skema g to g dan diteruskan pemerintah kepada Merpati, diperlukan payung hukum yang bernama frame work agreement baru. Berdasarkan hal ini nanti dilakukan perjanjian secara individual untuk setiap proyek, termasuk pengadaan proyek pesawat ini. Di dalam perjanjian dicantumkan komitmen dari China, bunga, hingga masa berlaku pinjaman tersebut.

- Dalam perjanjian dilakukan negosiasi dari Dirjen Perbendaharaan dan dituangkan dalam perjanjian penerusan pinjaman, yang mencantumkan tingkat bunga tersebut dan masa perjanjian.

- Dari China, melalui China Exim Bank diberikan pinjaman ke pemerintah dengan mata uang yuan dan plafon pinjaman adalah 1,8 miliar yuan ditambah bunga 2,5 persen commitment fee, 0,35 persen management fee, 0,35 persen, dan ada tenggang waktu 15 tahun. Itu termasuk batas waktu 5 tahun dan pembayaran akhir (closing pay) 5 Juli 2015 dari China. - Pinjaman dari China itu diberikan ke Merpati dalam jumlah sama, hanya dalam rupiah, sehingga risiko kurs ditanggung pemerintah.

vivanews.com

Rabu, 11 Mei 2011

1.100 Perempuan Diperkosa Setiap Hari

Bagikan ke Teman:
Lebih dari 1.100 perempuan diperkosa setiap hari di Republik Demokratik Kongo (DRC). Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health, Selasa (10/5/2011). Angka itu menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan di negara tersebut 26 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.


Berdasarkan studi tersebut, lebih dari 400.000 perempuan dan anak gadis berusia 15-49 tahun telah diperkosa di negara yang tercabik perang di Afrika Tengah itu selama 12 bulan pada tahun 2006 dan 2007. Berdasarkan laporan PBB sebelumnya, kasus pemerkosaan dalam jangka waktu yang sama hanya 15.000 kasus.

"Hasil (studi) kami memastikan bahwa perkiraan sebelumnya tentang pemerkosaan dan kekerasan seksual sangat jauh dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual yang terjadi di DRC," kata Amber Peterman, penulis utama studi tersebut.

Bahkan, menurut Peterman, angka hasil studi itu masih merupakan perkiraan yang konservatif dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual tersebut. Sebab, tidak semua kasus terdata atau terlaporkan karena takut soal stigma, malu, dan pengucilan sosial.

Penelitian tersebut, yang mengumpulkan data dari tahun 2007, tidak mencakup kekerasan seksual di antara perempuan muda yang berusia kurang dari 15 tahun atau perempuan yang lebih tua dari 49 tahun. Penelitian itu juga tidak memasukkan kekerasan seksual di antara anak laki-laki dan lelaki dewasa.

"Meskipun data kekerasan seksual di kalangan kelompok ini tidak pasti, sebuah review dari catatan terhadap 4.133 perempuan yang mengunjungi Rumah Sakit Panzi di Sud Kivu menunjukkan 6 persen (dari mereka) lebih muda dari 16 tahun dan 10 persen lebih tua dari 65 tahun," kata studi itu. "Selain itu, Human Rights Watch melaporkan bahwa kekerasan seksual pada tahun 2009 dua kali lipat dibandingkan tahun 2008. Jika laporan itu akurat, prevalensi kekerasan seksual tersebut mungkin bahkan lebih tinggi dari perkiraan yang kami sampaikan."

Mengomentari studi itu, Michael van Rooyen, Direktur Harvard Humanitarian Initiative, mengatakan, "Pemerkosaan di DRC telah menjadi kanker yang menyebar ke mana-mana di tengah iklim impunitas dan telah muncul sebagai salah satu krisis kemanusiaan besar pada saat ini."

kompas.com

Selasa, 10 Mei 2011

Penduduk Kuba Akhirnya Bisa Keluar Negeri

Bagikan ke Teman:
Pemerintah Kuba berencana mengizinkan penduduk mereka bepergian ke luar negeri sebagai turis. Mereka sedang menjajaki sejumlah cara untuk mengatasi hambatan birokrasi dan restriksi yang menghalangi warga negara itu melancong ke negeri lain.


Rencana baru itu termaktub dalam 313 garis pedoman yang telah disetujui Kongres Partai Komunis ke-6 bulan lalu. Dan 313 pedoman ini dipublikasikan pertama kali minggu ini. Seperti dilansir CNN, menurut dokumen tersebut, Kongres menyetujui untuk “mempelajari sebuah kebijakan yang memungkinkan penduduk Kuba untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.”

Pedoman-pedoman itu tidak mencakup detail lebih jauh tentang kemungkinan perubahan kebijakan di masa mendatang. Selama ini, penduduk Kuba sesungguhnya tidak secara resmi dilarang untuk bepergian ke luar negeri sebagai turis. Namun serangkaian persyaratan yang ketat menghalangi mereka untuk pergi. Penduduk Kuba bahkan mengalami kesulitan dalam membeli tiket pesawat terbang.

Penduduk Kuba harus memperoleh visa dari pemerintah mereka, yang dikenal sebagai ‘surat putih.’ Persoalannya, surat putih ini harus dibeli seharga US$150. Untuk memperoleh visa, seorang penduduk dari negara yang ingin mereka kunjungi juga harus menulis surat undangan kepada mereka melalui Kedutaan Besar Kuba. Surat undangan tersebut juga harus didaftarkan ke Kedutaan Kuba. Tapi proses pendaftaraan tersebut tidak gratis. Mereka harus membayar seharga US$200.

Begitu surat undangan tersebut telah terdaftar di Kedutaan Kuba, masalah belum selesai, karena pemerintah Kuba berhak untuk menolak mengeluarkan visa untuk yang bersangkutan. Hal itu pula yang sebelumnya kerap diberlakukan otoritas Kuba kepada para pemberontak atau mantan pemberontak.

Begitu sulitnya memperoleh izin untuk ke luar negeri, pekerja medis profesional bahkan hanya diperbolehkan meninggalkan Kuba guna bekerja pada instansi pemerintahan Kuba di luar negeri. Namun, sejak tahun 2008 silam, beredar rumor bahwa Kuba akan menghapus persyaratan visa keluar dan surat undangan tersebut, sebagai bagian dari kebijakan baru Presiden Raul Castro untuk memotong berbagai hambatan yang tidak diperlukan.

Tahun 2008, Raul Castro juga menghapus kebijakan pemerintah sebelumnya di bawah Fidel Castro yang melarang warga Kuba menginap di hotel dan membeli telepon selular. Hambatan birokratis untuk bepergian ke luar negeri merupakan salah satu kebijakan yang paling tidak populer dan mendapat kritik keras di Kuba.

vivanews.com

Senin, 09 Mei 2011

NATO: Khadafy Sudah Tamat

Bagikan ke Teman:
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, dengan percaya diri, Minggu (8/5/2011), menyatakan, pemimpin Libya, Moammar Khadafy tinggal menghitung hari. Namun Rasmussen tidak bisa memperkirakan
berapa lama lagi misi NATO berlangsung untuk melindungi warga sipil Libya yang terkepung.


"Permainan sudah berakhir bagi Khadafy," kata Rasmussen kepada CNN. "Dia harus menyadari lebih
awal daripada (menyesal) kemudian bahwa tidak ada masa depan untuk dia atau rezimnya."

Rasmussen, mantan perdana menteri Denmark, percaya bahwa Khadafy akan tersingkir dari kekuasaan di tengah angin perubahan yang tengah melanda Afrika Utara dan Timur Tengah, serta langkah-langkah militer yang dramatis di Afganistan dan Pakistan. "Minggu ini kita telah melihat pukulan besar terhadap Al Qaeda dan visi jahat Osama bin Laden. Dan di Afghanistan, Taliban berada di bawah tekanan di mana-mana, jadi pada dasarnya Saya sangat optimis," katanya merujuk pada peristiwa tewasnya Osama oleh pasukan khusus AS, Navy SEAL, Senin dini hari pekan lalu di Pakistan.

NATO tengah melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dari rezim Khadafy dengan segala cara yang diperlukan, dan sejak tanggal 31 Maret, pesawat-pesawat NATO telah menyasar target-target milik rezim Khadafy di seluruh negeri itu. Berdasarkan perkembangan harian terbaru dari operasi NATO di Libya, pesawat NATO menyerang beberapa sasaran kemarin, termasuk sebuah situs penyimpanan amunisi di kawasan Zintan, sejumlah tank di Misrata dan Ajdabiya, sejumlah kendaraan militer di Al Brega, dan kompleks bangunan kantor pusat dan amunisi serta fasilitas penyimpanan kendaraan di Hun, selatan Sirte.

Ada asumsi luas di kalangan para ahli bahwa konflik antara kekuatan pro dan anti Khadafy akan menjadi sebuah jalan buntu selama beberapa waktu. Ketika Rasmussen ditanya, kapan operasi NATO akan selesai, ia hanya bisa berkata, "Kami telah menetapkan tiga tujuan militer yang sangat jelas. Pertama, mengakhiri semua serangan terhadap warga sipil. Kedua, akses bebas dan tanpa hambatan dan segera untuk bantuan kemanusiaan. Ketiga, penarikan pasukan militer Khadafy dan pasukan paramiliter ke pangkalan dan barak mereka. Ketika tujuan ini terpenuhi, misi kami tercapai. "

Dia mengatakan, sulit untuk membayangkan serangan yang kelewat batas dan sistematis oleh kekuatan-kekuatan pro Khadafy terhadap rakyat Libya bisa berhenti selama Khadafy tetap berkuasa. Menurut dia, harus ada sebuah solusi politik, dan bukan militer, dengan sebuah "transisi damai menuju demokrasi" saat Khadafy turun dari kekuasaan.

Namun, konflik terus mengamuk Libya. Kantor berita Tunisia, Minggu, melaporkan, 50 orang terluka ketika pasukan pemerintah dan pemberontak bentrok di dekat perbatasan Tunisia-Libya, Sabtu. Pasukan Khadafy, Sabtu, juga mengebom depot bahan bakar utama di kota yang terkepung, Misrata, dan menghancurkan enam kontainer dan menyebabkan kebakaran hebat, kata seorang juru bicara pemberontak.

kompas.com

Jumat, 06 Mei 2011

Kapal Dibajak, China Siapkan Penyelamatan

Bagikan ke Teman:
Kawanan perompak membajak suatu kapal kargo berbendera Panama, yang diawaki 24 warga negara China. Mengetahui kabar itu, China langsung mengerahkan kapal perang terdekat.


Pusat Penyelamatan Laut China, yang dikutip kantor berita Xinhua, mengungkapkan bahwa kapal bernama Full City itu dibajak di Laut Arab, tepatnya berjarak 800 km dari lepas pantai Kota Mumbai, India.

Mengetahui ada 24 warganya di kapal itu, China kemudian mengerahkan dua kapal Angkatan Laut untuk menyiapkan operasi penyelamatan. Dua kapal perang China itu tengah berpatroli di Teluk Aden.

Para perompak, yang rata-rata berasal dari Somalia, biasa menggunakan perahu cepat untuk membajak kapal-kapal asing. Sudah banyak awak kapal yang menjadi sandera perompak, termasuk dari Indonesia, untuk ditukar dengan uang tebusan. Itulah yang menyebabkan sejumlah negara, termasuk China, mengerahkan kapal-kapal perang berpatroli di Laut Arab dan Teluk Aden.

vivanews.com

Kamis, 05 Mei 2011

Bunuh Osama, Langgar Hukum Internasional

Bagikan ke Teman:
Mantan Kanselir Jerman Helmut Schmidt di Berlin, Selasa (3/5/2011), mengecam pembunuhan pemimpin Al Qaeda oleh komando Amerika Serikat dan mengatakan bahwa tindakan itu melanggar hukum internasional.


Berbicara dengan televisi Jerman, Schmidt–kini 93 tahun dan menjadi Kanselir Jerman 1974-1982–mengatakan, pembunuhan terhadap Osama bin Laden jelas melanggar hukum internasional yang ada.

Dia memperingatkan, operasi komando AS itu bisa berdampak global yang tak terduga, terutama di dunia Arab yang dicekam kerusuhan besar saat ini.

Sementara itu, dari Kairo, pemimpin pusat pengajaran Muslim Sunni Mesir yang bergengsi, Al Azhar, mengecam ”pembuangan” jenazah Osama bin Laden di laut oleh tentara Amerika Serikat, Senin, sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Umat Islam sangat menghormati kuburan di darat dan menerima pemakaman di laut hanya dalam kasus di mana mayat tidak dapat dipertahankan utuh di atas kapal hingga kapal itu mencapai pantai.

”Imam Besar, Dr Ahmaed El-Tayeb, sheikh Al Azhar, mengecam laporan, jika benar, mengenai pelemparan jenazah Osama bin Laden ke laut itu," kata pernyataan yang dikeluarkan Al Azhar, yang dihormati di sekeliling dunia oleh banyak Muslim Sunni sebagai pusat pengajaran agama.

”Prosedur (pemakaman Bin Laden oleh AS) itu melawan semua nilai agama dan norma-norma kemanusiaan,” kata pernyataan tersebut.

”Imam Besar menegaskan, dilarang dalam Islam merusak mayat, apa pun keyakinannya. Orang menghormati mayat dengan menguburkannya.”

Seorang pengacara Islam terkenal Mesir juga mengecam tindakan AS itu dan menyatakan bahwa jenazah Osama bin Laden sebaiknya dimakamkan di negara asalnya, Arab Saudi, salah satu sekutu AS.

Sementara sebagian orang senang dengan kematian Osama, terutama warga AS, beberapa pemimpin dan pengamat mengingatkan bahwa perjuangan Al Qaeda belum berakhir.

kompas.com

Reaktor Nuklir Inggris Diintai Teroris?

Bagikan ke Teman:
Kepolisian Inggris menangkap lima orang yang dicurigai terkait aksi terorisme di dekat reaktor nuklir Sellafield di timur laut Inggris. Seperti dilansir CNN, kelima orang tersebut seluruhnya berusia sekitar 20 tahunan dan berasal dari London.


Mereka ditangkap ketika petugas polisi Cumbria Constabulary melakukan pengecekan di fasilitas nuklir itu. Namun pihak kepolisian menegaskan, tidak ada indikasi bahwa tersangka teroris itu memiliki kaitan dengan pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden yang baru tewas di tangan pasukan militer khusus Amerika Serikat di Pakistan.

Polisi menutup jalan di sekitar lokasi fasilitas nuklir ketika penangkapan terjadi. Kelima tersangka teroris itu ditangkap berdasarkan pasal anti-teror. Pasal itu membolehkan kepolisian London menahan tersangka tanpa jaminan selama 48 jam.

Kelima tersangka teroris itu lantas ditahan kepolisian setempat semalaman, dan akan segera dipindahkan ke Manchester untuk diinvestigasi oleh unit anti-teror.

Sementara itu, kepolisian Metropolitan London menggeledah empat rumah di London sehubungan dengan penangkapan kelima teroris itu.

Rabu, 04 Mei 2011

Obama Panen Ucapan Selamat dari Kubu Republik

Bagikan ke Teman:
Kematian Osama bin Laden membuat Presiden AS, Barack Obama, kebanjiran ucapan selamat dari para rival politiknya di kubu Republik. Setelah mengumumkan kematian Osama dalam operasi militer rahasia AS di Pakistan, Obama memang menikmati lonjakan popularitas. Mau tak mau, lawannya di kubu Republik juga mengakui keberhasilannya.


“Presiden Obama menelepon saya untuk memberitahu bahwa tentara Amerika telah membunuh Osama bin Laden, pemimpin jaringan al-Qaeda yang menyerang AS pada 11 September 2011. Saya mengucapkan selamat kepadanya, dan kepada seluruh komunitas intelijen dan militer kita yang mempertaruhkan nyawa demi misi ini. Mereka berhak menerima rasa terima kasih kita selamanya,” ujar mantan presiden AS, George W Bush seperti dikutip International Business Times.

Tokoh Republik terkemuka lainnya, Mitt Romney, juga menyatakan apresiasinya. “Ini adalah kemenangan besar bagi pencinta kebebasan dan keadilan di manapun. Selamat kepada komunitas intelijen dan militer kita, serta kepada Presiden. Simpati saya untuk keluarga ribuan korban Osama bin Laden,” kata Romney.

Gubernur Minnesota tak mau ketinggalan. “Beberapa jam setelah serangan 9/11, Presiden Bush menjanjikan bahwa Amerika akan membawa keadilan ke hadapan Osama bin Laden – dan kita telah melakukannya. Saya ingin berterima kasih kepada milliter AS dan Presiden Obama untuk pekerjaan yang sangat gemilang ini. Biarlah sejarah menunjukkan bahwa kegigihan militer dan rakyat AS tidak akan pernah goyah,” kata politisi Partai Republik itu.

Mantan wakil presiden AS, Dick Cheney juga berada di deretan tokoh Republik yang memberi ucapan selamat kepada Obama. Tewasnya Osama juga menurunkan tensi perang mulut antara Obama dan miliarder Donald Trump yang disebut-sebut berpotensi menjadi kandidat calon presiden dari kubu Republik. “Secara pribadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Obama dan tentara AS yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik,” tulis Trump lewat akun twitter-nya.

Menurut kubu Demokrat, kematian Osama yang terjadi di bawah mandat Presiden AS, menunjukkan keteguhan Obama untuk terus mengejar buronan AS yang paling dicari itu. Keputusan Obama untuk memerintahkan misi rahasia di Pakistan juga menggambarkan sosok Obama sebagai pemimpin tegas, kuat, dan berani mengambil risiko.

“Kematian bin Laden menunjukkan bahwa misi telah terlaksana – hal ini hanya fantasi di masa pemerintahan Presiden Bush,” kata Gary Ackerman, senator Demokrat asal New York, kepada CNN. “Tapi yang satu ini nyata. Ini adalah salah satu keberhasilan terbesar AS selama 100 tahun terakhir. Saya rasa ini menempatkan Presiden di posisi politik yang membuatnya menjadi komandan tertinggi,” kata dia.

vivanews.com

Senin, 02 Mei 2011

Warga AS Rayakan Kematian Bin Laden

Bagikan ke Teman:
Warga AS dan sejumlah pemimpin dunia menyambut gembira berita tewasnya Osama bin Laden di rumah persembunyian di Pakistan, Minggu (1/5/2011), dalam sebuah serangan pasukan khusus AS.



Kabar tewasnya Bin Laden dalam hitungan menit telah mengundang ribuan warga Washington berkumpul di luar Gedung Putih. Mereka merayakan berita itu dengan melambai-lambaikan bendera Amerika, menyanyikan lagu kebangsaan, dan meneriakkan yel-yel seperti "USA! USA!".

Sebelum Presiden Barack Obama secara resmi mengumumkan kematian Bin Laden dalam sebuah pidato yang dilukiskan dramatis, telivisi AS telah memberi semacam woro-woro bahwa Obama akan segera mengumumkan kematian itu dalam pidato di televisi. "Malam ini, saya dapat melaporkan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia bahwa Amerika Serikat telah melakukan sebuah operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda dan seorang teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan laki-laki, perempuan, dan anak-anak tak bersalah," demikian Obama memulai pidatonya.

Warga New York juga berkerumun dan bersorak-sorai di ground zero, lokasi di mana menara kembar World Trade Center pernah berdiri. Seorang mantan petugas pemadam kebakaran kota New York, yang terpaksa pensiun karena menderita penyakit paru-paru akibat paparan debu di ground zero saat serangan yang meruntuhkan menara kembar itu terjadi, mengatakan dia hadir di ground zero agar 343 petugas pemadam kebakaran yang meninggal dalam serangan itu tahu bahwa "mereka tidak mati sia-sia". "Ini sebuah perang dan saya merasa kita menang," katanya. "Saya ke sini untuk memberitahu mereka bahwa keadilan telah ditegakkan."

Bob Gibson, seorang pensiunan polisi New York, mengatakan, berita tentang kematian bin Laden menjadi semacam "penutupan" baginya. "Saya tidak pernah berpikir malam ini akan datang, bahwa kami akan menangkap atau membunuh bin Laden," katanya. "Terima Tuhan, dia telah disingkirkan."

Berita itu juga memberi kelegaan kepada sejumlah orang yang anggota keluarganya tewas pada peristiwa serangan 11 September itu. "Ini adalah berita penting bagi kami, dan bagi dunia," kata Gordon Felt, presiden Keluarga Penerbangan 93, dalam sebuah pernyataan. "Itu tidak bisa mengurangi rasa sakit kami, atau mengembalikan orang yang kami cintai. (Tapi) itu membawa kelegaan bahwa dalang dari tragedi 11 September dan teror global tidak dapat lagi menyebarkan kejahatannya itu."

Tidak hanya warga AS, sejumlah negara juga menyambut gemberi berita tewasnya Bin Laden. Pemerintah Rusia, misalnya, memuji operasi pasukan khusus AS itu, Navy Seal, sebagai sebuah keberhasilan besar. Rusia menambahkan, pihaknya bersedia untuk meningkatkan kerjasama dengan Amerika Serikat dalam perang melawan teror. "Kremlin menyambut baik keberhasilan Amerika Serikat yang dicapai dalam perang melawan terorisme internasional," kata Presiden Dmitry Medvedev sebagaimana dikutip kantor berita Rusia.

Sementara Menteri Luar Negeri Jepang, Takeaki Matsumoto, melalui kantor kementeriannya mengatakan, Jepang menyambut baik berita kematian Osama bin Laden sebagai "kemajuan yang signifikan dalam tindakan kontra-terorisme".

Namun kematian Bin Laden akan menempatkan Timur Tengah dalam siaga tinggi terhadap kemungkinan serangan balasan. AS pun telah mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warganya agar berhati-hati dan waspada.

Terkait operasi militer yang menewaskan Bin Laden itu, sumber militer AS mengungkapkan, Bin Laden terkejut oleh serangan tim kecil Navy Seal yang mendarat di halaman kompleks tempat ia bersembunyi. Dikatakan, Bin Laden sempat ditawarkan untuk menyerah. Tetapi Bin Laden  menolak dan kemudian terjadi baku tembak. Tiga orang pendukung Bin Laden, termasuk putranya sendiri, ikut tewas bersama seorang wanita yang mencoba untuk bertindak sebagai perisai manusia dalam baku tembak tersebut.


kompas.com

Sabtu, 30 April 2011

Ambisi China Bantu Indonesia

Bagikan ke Teman:
Meski sadar masih banyak rakyatnya yang masih di ambang kemiskinan, Perdana Menteri China, Wen Jiabao, tetap berkomitmen membantu Indonesia dan negara Asia Pasifik lainnya untuk lepas dari kemiskinan
.

Hal itu dilakukan semata-mata karena China ini memimpin negara-negara di kawasan Asia untuk bisa tampil ke ranah internasional di bidang ekonomi dan perdagangan.

"Untuk melaksanakan pembangunan negara, pemerintah China mengalokasi dana guna mendukung negara ASEAN merealisasi target pembangunan," ujar Perdana Menteri Wen Jiabao dalam pidato politik yang disampaikan di depan ratusan undangan di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 30 April 2011.

Dalam kesempatan itu, Jiabao juga memotivasi Indonesia untuk bisa melaju pesat seperti China, terutama dalam bidang ekonomi perdagangan. "Selama 60 tahun lebih sejak berdirinya China, ekonomi berkembang cepat, kedudukan di internasional berangsur-angsur meningkat, tapi tidak mengalami perubahan kerjasama luar negeri," ungkapnya.

Dia mengungkapkan betapa sulitnya memimpin negara dengan penduduk terpadat seperti China. Namun, pembangunan demi kesejahteraan rakyat tetap harus menjadi prioritas.

"Senang dan lega dengan perkembangan China, tapi saya juga gelisah, tak enak tidur, memikirkan bagaimana mengatasi kesulitan. Sebagian orang sudah jadi kaya di China, tapi sebagian daerah masih belum lepas dari kemiskinan," ungkapnya.

Jiabao mengaku perlu rendah hati mencontoh pengalaman negara-negara lain untuk dipraktekkan di negara sendiri. Selain belajar dari pengalaman, menurut dia memahami masalah negara sendiri juga menjadi pokok yang penting. Dengan cara itu, dia menjadi tahu solusi apa yang harus dilakukan.

"Beban kami berat. Butuh upaya keras jangka panjang dengan penduduk yang begitu banyak ini," katanya.

vivanews.com

Rabu, 27 April 2011

Eropa Ancam Beri Sanksi Suriah

Bagikan ke Teman:
Pemimpin sejumlah negara utama di Eropa mengancam bakal memberi sanksi kepada Suriah bila rezim Presiden Bashar Assad tidak segera menghentikan kekerasan kepada warga sipil. Dalam beberapa hari terakhir, Suriah menembaki para pemrotes dengan peluru tajam sehingga menewaskan ratusan orang.


Menurut harian The Washington Post, ancaman sanksi itu diutarakan pemimpin dari Prancis, Italia, dan Inggris, Selasa 26 April waktu setempat. Mereka mempertimbangkan pemberian sanksi baik melalui Uni Eropa atau Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Stasiun berita BBC mengungkapkan, Dewan Keamanan PBB tengah bersidang untuk membahas situasi di Suriah. Inggris, Prancis, Jerman, dan Portugal, mengusulkan agar Dewan Keamanan PBB mengecam kekerasan di Suriah dan mendukung seruan Sekretaris Jenderal PBB untuk dibentuk tim investigasi independen. Namun, belum dipastikan apakah mereka juga menyiapkan sanksi bagi Suriah. 

"Situasinya sudah tidak bisa lagi diterima," kata Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy dalam jumpa pers dengan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi. "Mereka jangan kirim tank dan tentara bila menghadapi para demonstran. Jangan pula menembaki mereka," lanjut Sarkozy.

Menurut kalangan aktivis HAM, dalam kerusuhan di Kota Daraa Senin lalu, pasukan Suriah mengerahkan tank dan pasukan bersenjata untuk menghadapi massa pemrotes. Puluhan orang pun tewas. Sejak gelombang aksi protes melanda Suriah pertengahan Maret lalu, sudah lebih dari 400 nyawa melayang akibat kekerasan pasukan keamanan.

Menurut Kementrian Luar Negeri Prancis, pihaknya mempertimbangkan untuk mengusulkan pemberian sanksi atas Suriah lewat tindakan bersama dari Uni Eropa. Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, juga siap membicarakan sanksi bila pemerintah Suriah tidak segera menghentikan kekerasan.

"Kami akan bekerjasama dengan para mitra di Eropa dan pihak-pihak lain untuk mengambil langkah-langkah, termasuk sanksi, yang akan berdampak kepada rezim [di Suriah]," kata Hague.

vivanews.com

Selasa, 26 April 2011

Dituduh Mata-mata, Bahrain Usir Diplomat Iran

Bagikan ke Teman:
Pemerintah Bahrain mengusir diplomat yang dicurigai tergabung dalam jaringan mata-mata Iran pada Senin, 25 April 2011. Dia adalah diplomat Iran keempat yang diusir dalam beberapa minggu terakhir di Timur Tengah.


Dilansir dari laman CNN, Hujatullah Rahmani, seorang diplomat berpangkat sekretaris dua yang bertugas di Kedutaan besar Iran di ibukota Manama ini telah dicap oleh pemerintah Bahrain sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan.

Rahmani diduga terlibat dalam jaringan mata-mata Iran yang bertugas di Kuwait. Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah Kuwait mengusir tiga diplomat Iran yang dituduh sebagai mata-mata.


Pemerintah Kuwait mengatakan bahwa mata-mata Iran bertugas untuk mengumpulkan informasi seputar fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan negara-negara sekitarnya.

Pemerintah Iran membantah adanya aktivitas mata-mata yang dilakukan oleh para diplomatnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan bahwa pengusiran diplomat Iran oleh Bahrain tidak berdasarkan realitas.

Mehmanparast juga mengatakan bahwa Iran tidak tinggal diam dan akan melakukan hal yang sama terhadap diplomat Bahrain. Namun, belum dipastikan kapan pemerintah Iran akan balas mengusir diplomat Bahrain di negaranya.

Hubungan antara Bahrain dan Iran menegang dalam beberapa waktu belakangan menyusul dugaan campur tangan Iran dalam pergolakan di Bahrain. Beberapa bulan terakhir, Bahrain yang mayoritas penduduknya adalah Syiah berdemo dan menuntut pemerintah Sunni Bahrain turun.

Bahrain mengatakan bahwa kelompok militan Iran, Hizbullah, telah melatih para tentara oposisi Bahrain di sebuah kamp di Lebanon dan Iran. Mereka kemudian dikembalikan ke Bahrain untuk membuat kekacauan dan menggulingkan pemerintahan.

Baik Iran dan Hizbullah membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran mengatakan bahwa ini adalah bagian dari rencana Amerika Serikat untuk menggalang dukungan dan mencari kesempatan dalam pergolakan yang terjadi di beberapa negara di kawasan tersebut.

vivanews.com

Senin, 25 April 2011

500 Napi Taliban Kabur dari Penjara

Bagikan ke Teman:
Lebih 500 narapidana Taliban telah melarikan diri dari penjara Kandahar di Afganistan selatan melalui satu terowongan sepanjang ratusan meter, kata para pejabat, Senin (25/4/2011).


Taliban mengatakan, pihaknya berada di balik pembobolan penjara besar itu dan bahwa semua orang yang lolos adalah anggota organisasi Islam garis keras tersebut. "Sebuah terowongan ratusan meter digali dari selatan penjara ke dalam penjara dan 476 tahanan politik lolos tadi malam," kata direktur penjara Jenderal Ghulam Dastageer Mayar.

Pejabat kepala polisi Kandahar, Shair Shah Yousufzai, juga mengonfirmasi lolosnya para narapidana itu. Ia mengatakan, "Tadi malam beberapa tahanan politik lolos dari penjara dan melarikan diri."

Juru bicara Taliban, Yousuf Ahmadi, mengatakan, para gerilyawan Islam bertanggung jawab atas kabur besar-besaran para tawanan politik itu. "Narapidana menggali terowongan sepanjang 360 meter ke arah selatan penjara. Mereka mulai keluar dari penjara pada pukul 23.00 waktu setempat tadi malam dan pada pagi hari ini, 541 tahanan melarikan diri penjara," katanya. "Mereka semua telah membuat aman bagi pusat kami dan tidak ada pertempuran."

Ahmadi mengatakan bahwa 106  komandan Taliban telah ditahan, sementara sisanya anggota biasa. Taliban dikenal dengan membesar-besarkan klaim mereka dalam kaitannya dengan insiden selama pemberontakan.

Kasus kaburnya tahanan secara besar-besaran merupakan yang kedua yang terjadi dalam tiga tahun terakhir yang menghantam penjara Kandahar. Tahun 2008, sekitar 1.000 tahanan termasuk gerilyawan Taliban
melarikan diri setelah Taliban menggunakan bom truk untuk membobol gerbang penjara. Kandahar dipandang sebagai tempat kelahiran gerakan itu dan kota serta daerah sekitarnya merupakan tempat sejumlah pertempuran terburuk di Afganistan. 

kompas.com

Sabtu, 23 April 2011

Mau Demo di Depan Masjid, Terry Jones Ditahan

Bagikan ke Teman:
Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) menahan seorang pastur kontroversial pelaku pembakaran al-Quran, Terry Jones, ketika hendak berdemonstrasi di depan masjid. Dia kemudian dibebaskan setelah membayar denda US$1 dan diperintahkan menjauhi lokasi masjid itu dan sekitarnya selama tiga tahun.


Menurut kantor berita Associated Press (AP), Jones tadinya akan menggelar aksi protes di depan gedung Islamic Center of Amerika di Kota Dearborn, Jumat waktu setempat. Gedung itu dikenal sebagai tempat beribadah umat Muslim setempat.

Namun, aksi Jones itu tidak kesampaian. Pasalnya, kejaksaan Dearborn meminta hakim pengadilan untuk mengeluarkan penahanan kepada Jones. Bila dibiarkan berunjuk rasa di depan masjid itu, maka berpotensi memicu kerusuhan.

Setelah ditangkap, hakim langsung menggelar sidang kilat atas Jones. Menurut dewan juri di sidang pengadilan, Jones dianggap mengganggu ketentraman. Hakim lalu memerintahkan Jones untuk membayar denda khusus sebesar US$1 dan dilarang mendekati gedung tempat dia akan berunjuk rasa.

Dalam pembelaannya, Jones mengaku tidak bermaksud memprotes masjid itu, yang merupakan salah satu yang terbesar di AS. Menurut dia, protes di dekat mesjid itu hanya merupakan simbol bahwa dia menentang "elemen radikal Islam."

"Kami hanya mau berjalan, berdemonstrasi, dan protes di wilayah yang sudah menjadi milik Anda dan kota ini," kata Jones. "Kami tidak menuduh masjid ini. Kami tidak menuduh masyarakat Dearborn dan tidak pula menuduh semua umat Muslim," lanjut Jones.

Dia pada Maret lalu pernah membakar al-Quran sehingga memicu kecaman dari umat Muslim di banyak tempat. Dalam aksi protes menentang aksi Jones di Afganistan, belasan orang tewas.

vivanews.com

Afganistan Beres, Kini Giliran Libya

Bagikan ke Teman:
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Menteri Pertahanan Robert Gates memutuskan untuk menyerbu Libya dengan Predator, pesawat mata-mata tak berawak yang dipersenjatai.


Pesawat itu biasa digunakan untuk "membereskan" gerilyawan Taliban atau Al Qaeda di perbatasan Pakistan dengan Afganistan. Namun sering kali pula pesawat tersebut salah sasaran hingga menewaskan warga sipil.

Gates dalam konferensi pers menyebutkan, pesawat itu akan memungkinkan serangan yang tepat sasaran terhadap pasukan Moammar Khadafy.

"Ia (Obama) telah menyetujui penggunaan Predator bersenjata," ujar Gates di Washington DC, Kamis (21/4/2011). Menurut dia, dua Predator pertama, yang membawa rudal Hellfire dan dapat tetap di udara selama 24 jam, telah menuju Libya, Kamis.

Namun, pesawat itu harus kembali karena cuaca buruk. Demikian menurut Jenderal James Cartwright, Wakil Pemimpin Kepala Staf Gabungan.

Pesawat pengintai itu akan ditempatkan di kawasan itu, tetapi akan diterbangkan khusus melalui kendali jarak jauh oleh pilot-pilot di Amerika Serikat (AS). Menurut Gates dan Cartwright, pesawat pengintai yang menuju Libya itu tidak ditarik dari Afganistan.


Gates menyatakan, Obama terus menentang pengiriman pasukan darat AS ke Libya. Katanya, tidak ada rencana mengirim pelatih AS untuk menambah pasukan NATO yang telah bekerja dengan pasukan pemberontak, atau untuk meningkatkan kehadiran AS secara substansial.

"Tidak ada ruang untuk berdiri diam dalam hal itu," Gates menambahkan. Ketika ditanya mengapa AS tidak ingin meningkatkan perannya di Libya, Gates menjawab bahwa militer AS telah berkurang sebagian.

Ia merinci, 100.000 tentara sedang di Afganistan, 50.000 tentara di Irak, dan 18.000 personel di 19 kapal yang membantu Jepang setelah gempa dan tsunami pada bulan lalu. "Tidak ada kekurangjelasan mengenai batas peran AS di sini," kata Gates.


kompas.com

Israel-Palestina Rencanakan Perdamaian

Bagikan ke Teman:
Shimon Peres dari Israel, Jumat (22/4/2011), meminta pemerintah untuk menyusun rencana bagi perdamaian dengan Palestina sebelum masyarakat internasional melaksanakan prakarsanya sendiri, menurut laman internet Haaretz



"Jika kita tidak mengingini rencana asing, cara terbaik dengan membuat rencana kita sendiri, dan jika kita melakukan itu, yang lain tidak akan meneruskan rencana mereka," kata Presiden Israel itu seperti dikutip versi online surat kabar tersebut.

Komentarnya itu dikeluarkan pada saat kunjungan ke Israel selatan belum lama ini dan merupakan jawaban atas pertanyaan mengenai kemungkinan prakarsa yang dipersiapkan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, laporan yang pertama muncul di New York Times.

Dengan mengutip beberapa pejabat Gedung Putih yang tak disebutkan namanya, surat kabar itu mengatakan rencana tersebut, yang dilukiskan dalam istilah yang sangat samar-samar, "Dapat mencakup empat prinsip, atau syarat referensi ... (yang) dapat meminta Israel untuk menerima negara Palestina berdasarkan pada perbatasan 1967."



Laporan itu juga memberi kesan, pengungsi Palestina bisa kehilangan hak untuk kembali ke tanah yang mereka tinggalkan atau dipaksa ke luar. Jerusalem dapat menjadi ibu kota kedua negara, dan akan juga mencakup prinsip-prinsip penjagaan keamanan Israel.

Ketika diminta untuk mengomentari laporan tersebut, Peres mengatakan bahwa semua itu masih spekulasi. "Terlalu dini untuk mengatakan sesuatu mengenai kemungkinan prakarsa baru AS," tambah Peres.

PM Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan perjalanan bulan depan ke Washington, tempat ia akan berpidato di Kongres AS guna menggambarkan prakarsa politik baru yang ditujukan untuk memulai pembicaraan damai dan upaya lebih dulu Palestina untuk meminta pengakuan PBB pada akhir tahun ini.

kompas.com