Sabtu, 08 Januari 2011

Palestina: Tentara Israel Salah Tembak Orang

Bagikan ke Teman:
Alih-alih menangkap militan, tentara Israel menembak kakek paruh baya yang sedang tidur.  
Ketegangan kembali terjadi di Tepi Barat paska militer Israel dengan keliru menembak dan membunuh pria Palestina berusia 65 tahun.
Seperti dimuat Associated Press, Sabtu 8 Januari 2011, pria paruh baya itu ditembak di tempat tidurnya dalam serangan fajar yang dilakukan Jumat kemarin.

Pejabat Israel mengklaim serangan mendadak dilakukan untuk menangkap militan Hamas di Tepi Barat.

Paska serangan, Jumat malam, militer Israel mengumumkan satu tentaranya tewas dan empat lainnya terluka setelah baku tembak dengan militan Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.

Namun, aparat Palestina dan petugas penyelamat di Hebron, Tepi Barat mengatakan Israel menembak sasaran yang salah. Alih-alih menembak militan, tentara zionis membunuh Omar Kawasmeh (65), yang tinggal satu gedung, namun beda lantai dengan militan yang menjadi target.

Rekaman televisi Associated Press menunjukkan tempat tidur berlumuran darah dan selongsong peluru di kamar tidur Kawasmeh.

Bagaimana tanggapan Israel? Pihak militer dalam pernyataannya menyatakan 'menyesalkan insiden ini' dan akan melakukan investigasi. Militer Israel menyatakan, pihaknya telah menahan militan yang menjadi sasaran penyerbuan, Wael Mahmoud Said Bitar.

Bitar ditangkap karena diduga merencanakan pengeboman bunuh diri sebelum penangkapannya oleh otoritas Palestina dua tahun lalu. Dalam sebuah pemboman bunuh diri yang ia rancang pada 2008, seorang perempuan Israel tewas, sedangkan 10 lainnya luka-luka.

Ketegangan Palestina-Israel makin meningkat paska Chile, Jumat lalu, memberikan pengakuan terhadap negara Palestina - yang disebut Amerika Serikat sebagai langkah 'prematur', dan oleh Israel disebut 'membahayakan perdamaian Timur Tengah'. Sementara itu, bagi Palestina, pengakuan itu memperkuat posisi mereka dari penindasan Israel.

Langkah Chile menyusul negara Amerika Latin lainnya, Brasil dan Argentina.

Apa alasan mereka mendukung Palestina? Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, seperti dilansir kantor berita Associated Press, mengatakan bahwa Argentina sangat prihatin target perundingan damai 1991 di Madrid dan 1993 di Oslo belum tercapai. Kini, menurut dia, merupakan waktu yang tepat untuk mengakui Palestina sebagai negara.

“Waktunya telah tiba untuk mengakui Palestina sebagai negara yang bebas dan merdeka,” ujar Timerman.

vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.