Sabtu, 08 Januari 2011

Pejuang Gaza Serang Prajurit Israel

Bagikan ke Teman:
Sedikit-dikitnya empat prajurit Israel cedera dalam bentrokan dengan pejuang Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza, Jumat, kata pers Israel.

Penduduk di Jalur Gaza menyatakan, mereka melihat sejumlah orang bersenjata mendekati perbatasan dan terdengar suara tembakan dan rudal yang diluncurkan ke Israel.

Belum ada laporan segera mengenai korban di pihak Palestina dalam bentrokan tersebut.
 


Penduduk Gaza juga melaporkan mendengar suara tembakan dari helikopter meriam Israel namun sasarannya belum diketahui.

Militer Israel menyatakan, mereka masih menyelidiki laporan tersebut.

Itu merupakan yang terakhir dari serangkaian bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Palestina dari Jalur Gaza. Pada Rabu, pasukan Israel membunuh dua orang Palestina di sebuah daerah berdekatan di perbatasan ketika mereka berusaha memasuki Israel, kata seorang juru bicara militer.

Pejuang Gaza menembakkan puluhan mortir dan roket ke Israel selatan dalam beberapa bulan terakhir, yang menimbulkan kerusakan dan mencederai ringan sejumlah orang.

Israel membalas dengan serangan udara ke sasaran-sasaran yang mereka sebut tempat latihan, fasilitas senjata dan terowongan penyelundupan.

Selasa malam, angkatan udara Israel menyerang dua sasaran di Gaza sebagai pembalasan atas serangan roket pejuang Palestina pada pagi hari, yang merusak beberapa rumah kaca di Israel selatan.

Hamas yang menguasai Jalur Gaza menyatakan, mereka melaksanakan gencatan senjata de fakto dengan Israel sejak akhir perang 22 hari pada Januari 2009.

Serangan-serangan sejak itu menurun secara berarti, meski lebih dari 200 roket dan mortir yang sebagian besar rakitan ditembakkan ke Israel sejak awal 2010, kata militer Israel.

Israel meluncurkan perang 22 hari di Jalur Gaza dua tahun lalu dengan tujuan menghentikan serangan-serangan roket dan mortir yang hampir setiap hari ke negara Yahudi tersebut.

Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa hampir tiga tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.

Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.

Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.