Jumat, 11 Februari 2011

Mubarak Bandel, Amerika Senewen

Bagikan ke Teman:

Kegigihan Hosni Mubarak untuk tetap bertahan sebagai presiden Mesir membuat pemerintah Amerika Serikat (AS) senewen. Presiden Barack Obama mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengritik kesungguhan janji Mubarak untuk melakukan transisi kekuasaan kepada wakilnya, Omar Suleiman.

Menurut kantor berita Associated Press, Obama segera mengeluarkan pernyataan tertulis setelah Mubarak berpidato pada Kamis tengah malam waktu Mesir (Jumat pagi WIB).

Dalam pidato itu, Mubarak tetap tidak akan mundur hingga masa jabatannya habis pada September mendatang. Memimpin sejak 1981, Mubarak menyatakan akan menyerahkan sebagian wewenang sebagai presiden kepada Suleiman.

Obama tampak tidak puas atas perkembangan itu. Tanpa menyebut Mubarak, Obama menyatakan bahwa pemimpin Mesir tidak tulus kepada rakyatnya dalam melapangkan jalan menuju demokrasi.

"Sudah terlalu banyak rakyat Mesir yang tidak percaya bahwa pemerintah mereka serius melakukan transisi menuju demokrasi. Ini sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk memberi pernyataan secara jelas kepada rakyat Mesir dan dunia," tulis Obama.

Beberapa jam sebelum pidato Mubarak, pejabat intelijen AS sudah terlebih dulu memberi pernyataan kontroversial. Dalam rapat dengan anggota DPR, Direktur Badan Intelijen CIA, Leon Panetta, menyatakan ada kemungkinan kuat bahwa Mubarak akan mundur pada Kamis malam waktu setempat.

Belakangan, Panetta menyatakan bahwa CIA belum bisa memastikan apakah Mubarak segera mundur. Namun, pernyataan Panetta yang pertama sudah keburu tersebar luas oleh media massa internasional.

vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.