Rabu, 16 Februari 2011

Menlu Ini Contek Pidato Menteri Lain

Bagikan ke Teman:
Menteri Luar Negeri (Menlu) India, SM Krishna, membuat kesalahan fatal saat berpidato di sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Dia tidak sengaja "mencontek" kalimat pertama pidato yang telah disampaikan Menlu Portugal.


Kesalahan fatal itu dilakukan Krishna saat diberi giliran berpidato dalam Sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Jumat 11 Februari 2011. "Izinkan saya untuk mengutarakan kepuasan yang sedalam-dalamnya atas tampilnya dua...negara berbahasa Portugis hari ini," kata Krishna saat mengawali pidato berbahasa Inggris yang dikuktip harian The Telegraph, Selasa 15 Februari 2011.

Kalimat awal yang diucapkan Krishna itu merujuk pada kehadiran Menlu Portugal dan Brazil, yang sama-sama berbahasa Portugis. Masalahnya, kalimat itu diucapkan persis oleh Menlu Portugal, Luis Amado, yang mendapat giliran berpidato sebelum Krishna.

Menyadari kesalahan itu, Duta Besar India untuk PBB, Hardeep Puri Singh langsung memotong pidato bosnya, dengan memperlihatkan naskah yang benar, yang sudah disiapkan di atas meja.

"Anda bisa memulainya lagi," kata Singh, yang duduk di belakang Krishna. Pidato pun berlanjut hingga usai.

Namun, kesalahan Krishna itu terlanjut mendapat sorotan berbagai media massa di India. Menteri yang sudah berusia 78 tahun itu dinilai melakukan kesalahan fatal, yang tidak boleh dilakukan seorang diplomat di forum internasional.

Harian The Telegraph India menduga Krishna kemungkinan tidak membaca dulu naskah pidato yang ditulis untuknya. "Semua pejabat harus membaca terlebih dulu naskah pidato yang sudah disiapkan. Ini yang seharusnya diharapkan dari seorang menteri yang bertanggungjawab," tulis The Telegraph India

Surat kabar itu, seperti sejumlah media India lainnya, lalu mempertanyakan kesanggupan Krishna untuk terus menjadi sebagai Menlu. Posisi itu termasuk sangat strategis, apalagi India tengah berupaya untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebaliknya, Krishna merasa tidak melakukan kesalahan besar. "Tidak ada yang salah," kata Krishna. Dia pun beralasan, "Waktu itu ada banyak kertas di hadapan saya, sehingga saya tidak sengaja salah ambil naskah."

vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.