Rabu, 03 November 2010

Saran Tiga Negara: Hati-hati ke Filipina

Bagikan ke Teman:
Pemerintah Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia memperingatkan masing-masing warga, berupa penerbitan travel advisory (saran perjalanan), agar berhati-hati ke Manila dan kota-kota lain di Filipina bagian selatan. Pasalnya, laporan intelijen mewaspadai naiknya ancaman teroris di wilayah-wilayah itu. 

Menurut kantor berita Associated Press (AP), Filipina selatan memang selalu masuk ke dalam daftar waspada oleh pemerintah Australia, Inggris dan AS. Namun baru kali ini Ibukota Manila masuk dalam katagori tempat yang berbahaya untuk dikunjungi. Berdasarkan pengumuman travel advisory masing-masing, Rabu 3 November 2010, pemerintah dari ketiga negara itu mengatakan bahwa serangan teroris di Manila sangat mungkin terjadi.

Ketiga negara menganjurkan warga masing-masing, yang tengah berada di Manila, untuk menghindari pusat-pusat perbelanjaan, gedung pertemuan, dan tempat yang biasanya didatangi para turis asing. Namun, peringatan itu tidak menjelaskan sumber datangnya ancaman teroris atau rincian lainnya.

“Menurut laporan yang dapat dipercaya, serangan teroris sangat mungkin terjadi di Manila,” tulis pemerintah Australia pada laman resminya seperti dikutip AP.

Menanggapi peringatan itu, Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, mengatakan bahwa militer dan polisi tidak melihat adanya ancaman. Namun, mereka tidak akan membiarkan adanya serangan di ibukota.

Menurut sumber pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya, peringatan tersebut mungkin timbul akibat laporan dari para intelijen Barat yang mengatakan bahwa kaum militan akan menyerang pusat perbelanjaan dan sejumlah tokoh politik Filipina, termasuk para diplomat asing di Manila.

Gazmin mengatakan bahwa pemerintah telah mengirimkan agen-agen intelijennya untuk memverifikasi ancaman tersebut. Pemerintah Filipina juga meminta penjelasan rinci dari Kedutaan Besar AS, Australia dan Inggris perihal saran perjalanan tersebut.

“Kami menanggapi hal ini dengan serius, dan kami tahu hal ini menimbulkan ketakutan. Kami telah menurunkan para agen intelijen, namun mereka tidak menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan,” ujar Gazmin. (umi)



vivanews

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.