Kamis, 04 November 2010

Rusia-Afganistan Sepakat Tumpas Narkoba

Bagikan ke Teman:
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, dan Presiden Afganistan, Hamid Karzai, membahas peningkatan kerja sama untuk memberantas obat bius terlarang dalam percakapan telepon, kata Kremlin.

Badan pengawasan obat bius terlarang Rusia dan Amerika Serikat melakukan operasi anti-narkotika gabungan pada 28 Oktober di Afganistan, dan menghancurkan empat laboratorium dan 900 kilogram heroin senilai lebih dari 250 juta dollar AS, kata kepala pengamat narkoba Rusia Viktor Ivanov pekan lalu.

"Medvedev dan Karzai mencatat operasi khusus anti-narkotika yang diadakan baru-baru ini, yang menghancurkan sejumlah besar obat bius dan peralatan untuk memproduksinya," kata pernyataan yang dikeluarkan Kremlin. "Perbincangan itu secara khusus mencatat bahwa interaksi badan-badan pemberantasan narkotika Afganistan, AS dan Rusia pertama kali bekerja sama berdasarkan operasi ini. Presiden menyerukan untuk diperluasnya upaya-upaya bersama dalam tujuan ini dan untuk meningkatkan koordinasi."

Serangan sebelumnya dikecam oleh Presiden Afganistan Hamid Karzai, yang mengatakan operasi itu melanggar kedaulatan negara Asia Tengah tersebut. Namun Ivanov mengatakan, semua masalah kini telah diselesaikan dengan Karzai.

"Karzai menyerukan untuk lebih diintesifkannya kerja sama dengan Rusia dan meningkatkan perannya dalam memecahkan masalah Afganistan serta kawasan secara keseluruhan," kata pernyataan itu. "Dia menyatakan penghargaan untuk bantuan dalam berbagai bidang yang diberikan oleh Rusia."

Produksi obat bius terlarang Afganistan meningkat dramatis setelah invasi yang dipimpin AS menumbangkan Taliban tahun 2001, dan Rusia merupakan salah satu negara yang banyak terkena dampaknya, karena konsumsi heroin semakin meningkat. Diperkirakan 90 persen heroin yang dikonsumsi warga Rusia diselundupkan dari Afganistan melalui Tajikistan dan Uzbekistan.

Rusia dan AS akan terus melakukan operasi gabungan di Afganistan untuk menghancurkan laboratorium-laboratorium obat bius setelah mencapai perjanjian dengan Karzai.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.