Jumat, 05 November 2010

Obama Mulai Tur ke Empat Negara Asia

Bagikan ke Teman:
Barack Obama dijadwalkan bertolak dari Gedung Putih, Jumat 5 November 2010, untuk tur kerja selama sepuluh hari ke empat negara Asia. Secara berturutan, presiden Amerika Serikat (AS) itu mengunjungi India, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang.

Menurut stasiun televisi CNN, Obama diperkirakan tiba di India Sabtu pagi, 6 November 2010. Di negara itu, Obama melawat selama tiga hari. India dipandang sebagai kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia, setelah China dan Jepang. Itulah sebabnya kunjungan Obama ke India menitikberatkan pada kerjasama ekonomi. 

Pada hari pertama kunjungan, Obama dijadwalkan menghadiri suatu forum bisnis di Kota Mumbai. India adalah pasar yang berkembang bagi ekspor AS. Nilai ekspor buatan AS ke India meningkat empat kali lipat menjadi US$17 miliar dan ekspor jasa meningkat tiga kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.

Dewan Bisnis India-AS, sponsor pertemuan bisnis yang dihadiri Obama, mengeluarkan laporan yang berjudul “Mitra Dalam Kesejahteraan”. Laporan tersebut mengetengahkan peningkatan kerjasama ekonomi dan strategis kedua negara dalam bidang pertahanan, pertanian, pendidikan, pengembangan infrastruktur dan memajukan rencana perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

“Seperti Anda tahu, dengan 1,2 miliar orang dan pertumbuhan ekonomi—diperkirakan 8 persen setiap tahunnya untuk tujuh tahun kedepan—kami melihat India adalah pasar potensial yang sangat penting bagi ekspor AS,” ujar wakil penasihat Gedung Putih untuk urusan ekonomi, Mike Froman, di Washington DC seperti dikutip CNN, Jumat 5 November 2010.

Selain menghadiri pertemuan bisnis, Obama akan berpidato di hadapan para pelaku bisnis India. Dia juga dijadwalkan akan mengunjungi universitas St. Xaiver's, rumah Mahatma Gandhi, Mani Bhavan dan mengunjungi sebuah sekolah suci di Colaba untuk memperingati Diwali, festival cahaya yang diperingati oleh umat Hindu India selama lima hari.

Obama dan istrinya Michelle akan bermalam di presidential suite di hotel Taj Mahal Palace. Di sekitar hotel ini telah dipasangi barikade polisi.

Presiden beserta rombongannya dilaporkan menyewa semua kamar yang terdiri dari 600 kamar di hotel tersebut. Dua tahun lalu, di hotel ini sekawanan teroris pernah melakukan aksi penyanderaan selama empat hari.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.