Rabu, 03 November 2010

California Tolak Legalisasi Ganja

Bagikan ke Teman:
Niat sekelompok aktivis untuk melegalkan penanaman dan kepemilikan ganja (mariyuana) secara bebas di negara bagian California, Amerika Serikat (AS), gagal terwujud.
Kendati kampanye legalisasi itu turut disponsori oleh miliarder terkemuka George Soros, mayoritas penduduk California tidak sudi membiarkan ganja beredar bebas.

Demikian hasil referendum khusus di negara bagian California, Selasa 2 November 2010, seperti yang diungkapkan laman harian The New York Times. Sebanyak 57 persen pemilih menolak melegalkan mariyuana, sementara 43 persen lainnya mendukung.

Marsha Saben, ketua kampanye Pemuda California Bebas Dari Obat-obatan terlarang yang juga merupakan warga El Cajon, merasa senang dengan hasil itu. Dia mengatakan bahwa ini adalah bukti bahwa penduduk California telah sepenuhnya sadar akan bahaya dan masalah yang akan ditimbulkan akibat pelegalan ganja ini.

“Kita semua tahu bahwa ini hanyalah awal. Mereka yang ingin melegalkan ganja belum menyerah. Mereka akan terus melanjutkan misi mereka, seperti kita, namun kini kita mengerti pentingnya penyampaian pesan mengenai konsekuensi penggunaan ganja,” ujar Marsha seperti dilansir dari laman Signonsandiego.

Dia mengatakan bahwa legalisasi ganja akan menimbulkan kerancuan hukum dari kota ke kota. Jika dilegalkan, ganja diperbolehkan pada hukum di negara bagian California, namun dilarang di Amerika Serikat.

Legalisasi ganja, ujar Marsha, juga akan membuat para pemuda keranjingan menghisap ganja dan setiap jalan di banyak kota menjadi tempat yang berbahaya. Kampanye penentang legalisasi memperlihatkan gambar tabrakan sebuah bus sekolah dengan sebuah mobil akibat pengemudinya menghisap ganja.

Seandainya lolos, legalisasi ganja yang dikampanyekan oleh para aktivis muda ini akan menjadikan California sebagai negara bagian pertama yang tidak memasukkan ganja ke dalam undang-undang kriminal. Jika diloloskan, berarti warga yang berusia di atas 21 tahun boleh memiliki, menanam dan menggunakan ganja dalam takaran satu ons atau kurang dari itu. Penanaman ganja di lahan pribadi maksimal seluas 2,3 meter persegi.

Jika diloloskan, maka pemerintah lokal akan dapat menarik pajak dari penjualan dan pembelian ganja kepada orang dewasa. Penjualan kepada orang dibawah umur yang ditentukan tetap dilarang, begitu pula membawa ganja ke lingkungan sekolah, dan menggunakannya di tempat umum atau ketika ada bayi.

Sebelumnya, miliarder Yahudi, George Soros, memberikan bantuan dana sebesar US$1 juta untuk mendukung kampanye legalisasi ganja. Namun, kampanye legalisasi ganja dianggap masih kurang promosi, iklan serta jumlah suporter.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan.